MAKALAH
E-GOVERMEN(PEMAKAIAN PULSA LISTRIK)
Disusun
O
L
E
H
TRIANI UCI UNDARI (1062874)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
JURAI SIWO METRO
TAHUN 2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Allah
SWT Karena berkat rahmatnya dapat menyelesaikan tugas ini sebagai tugas yang
harus diselesaikan untuk syarat mengikuti semester.
Sebagai manusia biasa kami
menyadari banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyelesaian tugas ”IT FOR BUSINESS” ini.Karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
semua kalangan baik dosen, teman-teman mahasiswa untuk menyempurnakan tugas ini
dilain waktu. Semoga dengan adanya tugas ”IT FOR BUSINESS” ini dapat membantu
untuk dapat penilaian belajar.
BAB I
PEMBAHASAN
PULSA LISTRIK PRABAYAR
A. Manfaat penggunaan
Inilah bentuk layanan terbaru PLN : Listrik Prabayar. Kelebihannya begitu banyak. Kemudahannya begitu nyata. Maka sistem Listrik Prabayar yang kini sedang digalakkan PLN akan terus dikembangkan dengan semangat tinggi oleh PLN. Siapa yang tidak ikut arus baru Listrik Prabayar akan ketinggalan nantinya. Kini sudah mulai banyak komplek-komplek perumahan yang secara kolektif dan masal beralih ke sistem Prabayar. Sudah banyak pula apartemen yang secara total bermigrasi ke Prabayar.
Penggunaan setrum isi ulang sangat mudah. Pelanggan cukup memasukan 20 digit angka yang terdapat pada setrum isi ulang ke meter digital listrik prabayar. Secara otomatis meter prabayar akan menunjukkan jumlah kWh sesuai nilai nominal setrum yang dibeli.
Melihat mudahnya penggunaan listrik prabayar, tentu saja cara baru ini sangat berbeda dengan cara berlangganan listrik biasa yang ada saat ini atau kita sebut pasca bayar. Pelanggan pasca bayar terlebih dahulu menggunakan listrik, kemudian membayar tagihan rekening listrik dalam periode tertentu setiap bulan sesuai besarnya pemakaian.
Keuntungan sebenarnya yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan prabayar berupa :
• Tidak ada petugas pencatat meter yang datang ke rumah sehingga privasi tidak terganggu.
• Tidak ada sanksi pemutusan
• Tidak dikenakan denda keterlambatan
• Tanpa Uang Jaminan Pelanggan
• Tidak dikenakan biaya beban bulanan
• Kemudahan pembelian setrum isi ulang
Selain itu, dengan semakin beragamnya kebutuhan yang harus dipenuhi, listrik prabayar merupakan pilihan tepat untuk berhemat. Manfaat hemat yang didapat diantaranya :
1. Pelanggan dapat mengendalikan pemakaian listrik untuk menghindari pemborosan
2. Pelanggan dengan mudah dapat memantau pemakaian listriknya setiap saat.
3. Pelanggan dapat menyesuaikan biaya pemakaian listrik dengan anggaran belanja.
B. Cara mengisi pulsa listrik prabayar:
1. Beli token di loket penjualan
(kantor pos, bank atau loket lain yang ditunjuk) dengan membawa kartu identitas
penggunaan listrik prabayar (bentuk dan tampilannya mirip kartu ATM). Anda akan
mendapatkan 20 digit di struk pembelian token. Jika anda tidak mau repot, atau
anda kehabisan listrik di malam hari, atau loket listrik tutup silahkan beli
token disini dijamin cepat
dan aman.
2. Input 20 digit nomor token tadi
di meter prabayar melalui keypad yang ada di situ.
3. Meter prabayar akan mengecek dan
jika nomor token valid, layar meter menunjukkan nilai kwh sesuai yang dibeli.
Dan, pulsa pun bertambah, atau jika listrik mat karena pulsa habis, langsung
menyala.
C. Pengalaman masyarakat tentang system pulsa listrik prabayar
Bila Ada cara yang bisa lebih memudahkan,
mengapa kita tidak terima dengan tangan terbuka?
Senin (15/2),sedang santai dan menikmati mandi pagi, tidak ada tanda-tanda angin dan hujan tiba-tiba listrik padam. Dalam hati, ah ini sudah biasa , jadi tidak kaget dan tidak panik lagi, acara mandinya jalan terus dalam gelap .
Kemudian istri memberitahukan listrik dipadamkan, karena ada petugas dari PLN sedang memasang meteran baru. Meteran baru? Setahu saya meterannya sudah ada dan belum lama dipasang! Ternyata yang mau dipasang adalah meteran baru yang menggunakan sistem pembayarannya dengan voucher atau pulsa.
Senin (15/2),sedang santai dan menikmati mandi pagi, tidak ada tanda-tanda angin dan hujan tiba-tiba listrik padam. Dalam hati, ah ini sudah biasa , jadi tidak kaget dan tidak panik lagi, acara mandinya jalan terus dalam gelap .
Kemudian istri memberitahukan listrik dipadamkan, karena ada petugas dari PLN sedang memasang meteran baru. Meteran baru? Setahu saya meterannya sudah ada dan belum lama dipasang! Ternyata yang mau dipasang adalah meteran baru yang menggunakan sistem pembayarannya dengan voucher atau pulsa.
Dimana saat pertama kali pemasangan diberikan
voucher gratis senilai Rp 20.000,- sebagai tanda perkenalan . Dengan memasukan
angka yang berjumlah 20 yang tertera di voucher listrik langsung berfungsi
kembali. Lumayanlah!
Kebetulan untuk di komplek dimana saya tinggal, rumah saya adalah yang pertama dipasangi meteran yang menggunakan voucher.
Sebenarnya sistem penggunaan voucher ini sudah diuji cobakan di Bandung sekian lama. Dimana cara ini diberlakukan untuk mengurangi penunggakan dari pelanggan yang sering merepotkan pihak PLN.
Ketika sistem pemutusan hendak dilakukan justru sering kali mendapatkan perlawanan dari pelanggan dan pihak PLN mendapat kesulitan untuk menagih. Ibaratnya yang punya hutang lebih galak saat ditagih.
Cuma selama ini sosialisasinya yang sangat kurang dan masih belum banyak masyarakat yang mengetahui pemberlakukan sistem ini.
Ada kemungkinan hal ini untuk menghindari pro dan kontra sebelum sistem ini diberlakukan. Tak heran, tetangga - tetangga jadi bertanya - tanya, karena memang belum tahu dan ada yang langsung komplain bagaimana kalau sistem ini diberlakukan, sedangkan ada masyarakat yang belum paham dan nantinya akan mengalami kesulitan menerapkannya.
Sepertinya berlebihan memang, karena justru dengan sistem pemakaian pulsa ini bisa sama - sama menguntungkan. Mungkin hanya pada awalnya saja yang ada sedikit masalah. Karena sistem pengisiannya tak jauh berbeda dengan pengisian pulsa pada hp. Nominal voucher yang tersedia adalah minimal Rp 20.000,- ke atas.
Untuk pada masa sekarang dimana dengan kemajuan teknologi yang ada seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mempermudah kehidupan kita. Oleh sebab itu dengan sistem penggunaan pulsa juga adalah membiasakan kita untuk tidak berhutang. Karena agar listrik di rumah kita selalu menyala harus membelinya terlebih dahulu dalam bentuk pulsa.
Di lain pihak juga yang menjadi kendala adalah akan ke manakah para pencatat meteran setelah sistem penggunaan pulsa ini dilakukan?
Tentunya pihak PLN juga harus memikirkan solusinya buat mereka. Bisa saja difungsikan sebagai penjual voucher ke depannya. Karena bila sudah berlaku secara nasional , pengadaan vouchernya mungkin akan dijual bebas seperti halnya penjual voucher untuk hp.
Kebetulan untuk di komplek dimana saya tinggal, rumah saya adalah yang pertama dipasangi meteran yang menggunakan voucher.
Sebenarnya sistem penggunaan voucher ini sudah diuji cobakan di Bandung sekian lama. Dimana cara ini diberlakukan untuk mengurangi penunggakan dari pelanggan yang sering merepotkan pihak PLN.
Ketika sistem pemutusan hendak dilakukan justru sering kali mendapatkan perlawanan dari pelanggan dan pihak PLN mendapat kesulitan untuk menagih. Ibaratnya yang punya hutang lebih galak saat ditagih.
Cuma selama ini sosialisasinya yang sangat kurang dan masih belum banyak masyarakat yang mengetahui pemberlakukan sistem ini.
Ada kemungkinan hal ini untuk menghindari pro dan kontra sebelum sistem ini diberlakukan. Tak heran, tetangga - tetangga jadi bertanya - tanya, karena memang belum tahu dan ada yang langsung komplain bagaimana kalau sistem ini diberlakukan, sedangkan ada masyarakat yang belum paham dan nantinya akan mengalami kesulitan menerapkannya.
Sepertinya berlebihan memang, karena justru dengan sistem pemakaian pulsa ini bisa sama - sama menguntungkan. Mungkin hanya pada awalnya saja yang ada sedikit masalah. Karena sistem pengisiannya tak jauh berbeda dengan pengisian pulsa pada hp. Nominal voucher yang tersedia adalah minimal Rp 20.000,- ke atas.
Untuk pada masa sekarang dimana dengan kemajuan teknologi yang ada seharusnya bisa dimanfaatkan untuk mempermudah kehidupan kita. Oleh sebab itu dengan sistem penggunaan pulsa juga adalah membiasakan kita untuk tidak berhutang. Karena agar listrik di rumah kita selalu menyala harus membelinya terlebih dahulu dalam bentuk pulsa.
Di lain pihak juga yang menjadi kendala adalah akan ke manakah para pencatat meteran setelah sistem penggunaan pulsa ini dilakukan?
Tentunya pihak PLN juga harus memikirkan solusinya buat mereka. Bisa saja difungsikan sebagai penjual voucher ke depannya. Karena bila sudah berlaku secara nasional , pengadaan vouchernya mungkin akan dijual bebas seperti halnya penjual voucher untuk hp.
BAB II
KESIMPULAN
Dengan adanya system baru ini atau pulsa prabayar dimaksudkan untuk mempermudah bagi semua kalangan dalam mendeteksi atau melihat dan mengira-ngira seberapa besar pemakain listrik yang diperlukan disesuaikan dg pendapatan dan kemampuan.







0 komentar:
Posting Komentar